Senin, 26 Mei 2008
Rabu, 21 Mei 2008
Tukul mulai ngebosenin
Pertama kali Tukul muncul di Trans7 ketika itu sangat mengejutkan bagi para penonton televisi Indonesia. Bagaimana gak terkejut jika "wong ndeso gaji kutho" ini sering muncul di Trans7 dengan "Empat Mata"nya setiap hari menampilkan acaranya Tukul. Dengan gaya guyonan yang khas akan kepolosan dia sebagai seorang yang baru terkenal, apalagi mempunyai acara sendiri yang dipegangnya. Bayaran yang juga sangat besar bagi seorang Tukul, membuat berubah gayanya.
Tapi kerja keras Tukul untuk menambah wawasannya cukup kelihatan ketika dia mewawancarai para tamu-tamu Empat Mata. Dia sering memunculkan celutukan-celutukan yang bermakna, kadang juga pengetahuan-pengetahuan lainnya yang dengan gayanya seperti bukan menyombongkan.
Akan tetapi format dari acara tersebut penyajiannya tidak dirubah secepatnya akan ditinggalin pemirsa lama yang sudah merasa bosan dengan guyonan-guyonan yang diperlihatkan oleh Tukul dan teman-temannya.
Sudah waktunya crew Empat Mata untuk membuat format lain cara menyajikan guyonan-guyonan yang dilakukan oleh Tukul. Walaupun sebenernya acara tersebut bukan acara hiburan pelawak tapi acara serius yang diselingi tawa. Nah, selingan tawa si Tukul ini harus diganti dengan gaya baru atau kondisi baru yang lain.
Mengenai muatan yang dibahas diacara tersebut sudah bagus.
Tapi kerja keras Tukul untuk menambah wawasannya cukup kelihatan ketika dia mewawancarai para tamu-tamu Empat Mata. Dia sering memunculkan celutukan-celutukan yang bermakna, kadang juga pengetahuan-pengetahuan lainnya yang dengan gayanya seperti bukan menyombongkan.
Akan tetapi format dari acara tersebut penyajiannya tidak dirubah secepatnya akan ditinggalin pemirsa lama yang sudah merasa bosan dengan guyonan-guyonan yang diperlihatkan oleh Tukul dan teman-temannya.
Sudah waktunya crew Empat Mata untuk membuat format lain cara menyajikan guyonan-guyonan yang dilakukan oleh Tukul. Walaupun sebenernya acara tersebut bukan acara hiburan pelawak tapi acara serius yang diselingi tawa. Nah, selingan tawa si Tukul ini harus diganti dengan gaya baru atau kondisi baru yang lain.
Mengenai muatan yang dibahas diacara tersebut sudah bagus.
Langganan:
Postingan (Atom)
